Apakah Anda Seorang ‘Pria Dewasa’ atau ‘Bayi Tua’?

tumblr_lesq2sCRJr1qzqgago1_500

Disclaimer(!): Kali ini saya ingin membahas tentang takaran kedewasaan seorang pria dan pria tua yang terperangkap dalam pemikiran seperti seorang bayi, saya ingin menceritakan pengalaman pribadi atau mungkin juga diantara Anda ada yang merasakan ataupun mengalami di posisi sedemikian rupa. Sebelumnya saya meminta maaf bila ada kesalahan kata atau ada pihak-pihak yang tidak berkenan dengan postingan di Blog saya kali ini, karena hanya disini saya bisa bebas berekspresi tanpa bermaksud menyakiti siapapun. Hal seperti ini bisa terjadi ke siapapun, dalam waktu dan ruang apapun. Teruntuk kalian yang menghadapi permasalahan seperti ini, read and enjoy! ūüôā


Seseorang dianggap dewasa secara biologis ketika sudah melewati masa pubertas dan matang secara seksual yang memungkinkan dia untuk bereproduksi dan memiliki keturunan. Dewasa secara hukum di negara kita Indonesia khususnya adalah ketika seseorang mencapai usia 17 tahun. Usia tersebut di mana dia dianggap sebagai sebuah entitas yang independen, memiliki KTP, berhak untuk bekerja, untuk menikah, dan untuk ikut serta dalam pemilu, dsbdsbdsb. Seseorang juga biasanya dianggap dewasa ketika sudah menikah, tapi lihatlah di jaman modern ini, di mana anak mami juga sudah bisa nikah maka pernikahan tidak lagi menjadi standar kedewasaan yang baku. Ini serius, ini terjadi, dan ini nyata.

Tentu saja kita semua mengerti bahwa bobot sebuah kedewasaan bukan hanya soal biologis, legalitas dan pernikahan, tetapi juga tentang kematangan emosional dan karakter seseorang. Contoh indikator dari ‘Kedewasaan’ adalah kemampuan untuk mengambil keputusan yang benar dan bersikap dalam berinteraksi dengan dunianya serta orang lain. Lalu bagaimana caranya mengukur kedewasaan emosional seseorang?

Coba lihat kisah yang terjadi di sekitar kita sekarang, ‘kedewasaan dalam diri seorang pria sudah menjadi sebuah unsur yang sangat teramat langka‘. Pria dewasa yang matang adalah spesies langka di jaman sekarang, coba saja tanya pada para wanita bila Anda tidak percaya. Ini sungguh, saya pribadi merasakan hal tersebut.¬†Itu sebabnya banyak wanita lebih tertarik pada pria yang jauh lebih tua dan¬†itu sebabnya Anda banyak melihat wanita muda cantik rela menjalin hubungan dengan pria beristri karena citra kedewasaan yang terpancar dari mereka. Meskipun pria tersebut belum tentu juga memiliki kedewasaan emosional, tapi paling tidak menjalin hubungan dengan pria yang¬†terlihat¬†dewasa¬†terasa lebih nyaman bagi wanita dibanding dengan pria sebaya yang sibuk menyembah-nyembah di kaki mereka.

Begitu banyak permasalahan hubungan romansa yang saya dengar, baik itu dari teman, klien konsultasi di perusahaan saya ‘wedding organizer‘ yang berbumbu mak comblang, maupun sekedar mendengar dari sana-sini, dan hal-hal tersebut terjadi karena berakar dari ketidakdewasaan sang pria itu sendiri. Ketidakmampuan sang pria untuk bertanggung jawab, mengambil keputusan, menerima konsekuensi, dan mengatasi konflik dapat berujung menjadi masalah serius dan kontroversi yang membawa penderitaan dan kesedihan. Contoh dan bentuknya sebagai berikut: hamil di luar nikah; MBA (Married By Accident ‚ÄĒ nikah terpaksa karena hamil); aborsi; perceraian; kekerasan; dan penganiayaan dalam hubungan, dsbdsbdsb.

Kebanyakan pria jaman sekarang adalah bocah-bocah egois kekanakkan, hampir tidak ada bedanya dengan anak kecil kecuali pada bentuk fisik, misalnya: jambang dan rambut-rambut lainnya. Kebanyakan pria-pria egois anak mami yang tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri, memiliki emosi yang tidak stabil. Contohnya: suka ngambek, pencemburu, posesif, ngarep kronis, selalu nurut pada orang tua (padahal dalam kenyataanya restu orang tua itu opsional), sensitif, dan yang terparah bisa bersikap kasar, dan memakai kekerasan terhadap wanita untuk mengatasi berbagai konflik. Kondisi sedemikian rupa sangat persis seperti seorang bocah cilik yang suka ngambek dan hobi menjahati anak lain yang lebih lemah daripadanya. Saya melihat ini sebagai sebuah permasalahan sosial yang serius. Hal seperti ini sangatlah serius dan harus mengupas permasalahan tersebut dengan berfikir secara kritis.

Pertumbuhan dan kemajuan ekonomi membuat generasi kita tidak perlu lagi mengalami keterpaksaan untuk hidup mandiri seperti ayah-ayah kita dulu. Begitu lahir, segala sesuatunya sudah tersedia. Makanan, tempat tinggal, edukasi, dan uang jajan, adalah hal-hal yang langsung kita dapat memiliki. Hal-hal yang pada jaman dulu adalah sebuah kemewahan sudah menjadi hal yang normal dan wajar. Ditambah lagi dengan orang tua kita yang ingin memastikan anaknya selalu terpelihara tanpa kekurangan suatu apapun, tak jarang membuat mereka enggan untuk melepas anaknya untuk hidup mandiri. Tanpa disadari, hal ini membuat pria-pria menjadi anak mami yang manja.¬†Dewasa ini kita bisa melihat di sekeliling kita, pria-pria yang bahkan di usia di atas 30 tahun masih tinggal dengan orang tuanya atau mungkin bergantung secara emosional pada orang tuanya. Khususnya, sang ibu tercinta. Makan masih dimasakin mama, pergi larut malam masih dicariin mama, segala keputusan besar harus dengan persetujuan mama, masalah pacar pun harus sesuai kriteria yang mama inginkan. Jujur saja, tinggal bersama orang tua memang nyaman tetapi ‘ketika Anda tidak bisa mengurus diri sendiri dan mengambil keputusan sendiri, Anda tidak akan pernah bisa menjadi seorang pria dewasa seutuhnya’. Mohon di catat dan di garis bawahi, boleh juga di stabillo, silahkan… disini, di blog ini, Anda dapat leluasa dan bebas berekspresi.

* * *

Pertanyaan dan pernyataan dari kelas cinta (dan ada beberapa yang saya tambahi sedikit) berikut ini bisa menjadi standar ukuran kedewasaan yang sederhana dan simple sekali:

  • Apakah Anda sudah mengurus diri Anda sendiri¬†dan¬†merawat diri Anda sendiri? Karena bila Anda belum bisa mengurus diri sendiri, Anda sebenarnya adalah Bayi Tua. Karena seorang Pria Dewasa itu¬†bisa mengurus orang lain dan sudah selesai dengan permasalahan masa lalu pribadinya dan tidak membawa segala permasalahan masa lalu pribadinya terhadap kehidupan orang lain.
  • Apakah Anda sudah mengambil keputusan sendiri atau masih diputuskan oleh orang lain? Bila¬†segala keputusan Anda tergantung atau terpengaruh kepada orang lain atau Anda tidak meyakini keputusan¬†dari diri sendiri, ya… Anda sebenarnya adalah¬†Bayi Tua.
  • Apakah Anda sudah mampu menangani emosi dan mengkontrol diri Anda sendiri? Bila orang-orang di sekitar Anda perlu melakukan sesuatu agar Anda bisa menahan emosi dan mengkontrol keadaan serta ruang lingkup Anda ikut campur atas segala sesuatu tentang Anda, ya.. Anda sebenarnya adalah Bayi Tua.
  • Apakah Anda sudah mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan penting tentang hidup Anda? Misalnya, apa visi hidup Anda? Bila Anda ragu-ragu, sudah dipastikan Anda adalah Bayi Tua. Jika Anda sudah dapat menjawabnya sendiri dengan berfikir jernih, anda sudah menjadi Pria Dewasa.
  • Apakah Anda susah mampu memberi diri Anda kebebasan? Apakah Anda mampu menghormati kebebasan orang lain? Bila anda masih¬†mengkotak-kotak tindakan ke dalam suatu perilaku yang benar maupun salah, Anda sebenarnya adalah Bayi Tua. Karena seorang¬†Pria Dewasa¬†pastinya memiliki landasan dan¬†batasan¬†dalam¬†rutinitas¬†yang Anda lakukan. Entah itu adalah¬†hasil kreasi dari intuisi Anda yang menerima dengan tanpa memperhitungkan resiko dari rutinitas itu sendiri.
  • Apakah Anda mencari pasangan untuk berbagi kebahagiaan, atau untuk menggantikan ibu merawat diri Anda?¬†Bila Anda menjawabnya ‘mencari pasangan untuk berbagi kebahagiaan’, Anda sudah menjadi Pria Dewasa. Dan bila¬†Anda menjawabnya ‘untuk menggantikan ibu merawat diri Anda’, sadarilah…. Anda sebenarnya adalah Bayi Tua.¬†Karena tidak akan ada dan tidak¬†ada seseorang¬†yang mungkin bisa menggantikan posisi dan sikap seseorang seperti ibu kandung Anda sendiri.

Dari pertanyaan dan pernyataan simpel tersebut, Anda bisa berangkat dan melihat pola yang jelas sekali. Apakah itu sebuah ‘Kedewasaan’? Dan ketika Anda dapat menyadari kondisi tersebut,¬†sudah sampai sejauh mana Anda mencapainya?


sumber: Men & Kedewasaan. Kei Savourie (Founder of @hitmansystem) | kelascinta.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s