Beberapa Hal Yang Harus Di Bicarakan Dengan Orang Tua Sebelum Mereka Tiada

happy family on sunset

Kita semua pasti memiliki pengalaman masa kecil yang sangat berbeda dari orang lain, beberapa dari kalian pasti ada yang sangat luar biasa dengan kehidupan masa kecilnya. Ada juga dari kalian yang memiliki orang tua konsisten, penuh kasih sayang, dan jujur untuk menghidupi anak-anaknya. Mungkin bagi beberapa kehidupan orang lain bisa terjadi sebaliknya, mungkin mereka bertentangan, kasar, dan rapuh porak poranda. Dimanapun plot-nya, kita tidak dapat menyangkal bahwa orang tua kita itu masih bagian dari kita sendiri. Ibu adalah seseorang yang melahirkan kita dan Bapak adalah seseorang yang mendukung kita. Beliau yang menggantikan popok, mendengarkan kita menangis, memberi makan kita, khawatir tentang kita, dan akhirnya mengangkat kita ketika sedang terjatuh. Jika  dari Anda membaca postingan ini, ada kemungkinan orang tua kalian masih hidup.

Sekarang, saya belum bisa yakin apakah tulisan ini dapat dibagi bersama-sama, secara individual, ataupun saya bagikan selama beberapa periode waktu kedepan. Tapi bagi saya pribadi sebagai orang yang mempelajari hubungan antara manusia, tidak ada ikatan lebih dekat daripada hubungan anak orang tua. Ini sebutan untuk sebuah tingkatan yang mungkin paling hormat. Karena antara kedua orang tua dan anak, saya yakin itu penting bahwa pada waktu yang tepat, kita semua dapat berbagi beberapa hal yang saya ingin sampaikan kepada kalian sebelum mereka tiada nantinya.

disclaimer(!): tulisan ini tidak akan berhubungan dengan setiap keluarga, tetapi beberapa dari kalian mungkin memiliki persepsi dalam hal ini atau meninggalkan sebuah komentar, “hal ini tidak berlaku bagi saya!” yang seolah-olah itu tidak bisa bagi dengan orang lain.

***

Convos

Yang pertama adalah Kebenaran. Biarkan orang tua tahu apa yang benar-benar kita rasakan. Dimulai dari hal yang baik, yang buruk, dan jelek. Memberitahu mereka bagaimana cara mereka bisa berhasil, dimana mereka gagal, apa yang kita sukai tentang mereka, dan bahkan apa yang kita tidak sukai dari mereka. Mungkin ini adalah percakapan yang sulit. Perlu di ingat bahwa kita tidak terlalu banyak memiliki waktu untuk mereka dalam dewasa ini. Di dalam pengalaman saya, komunikasi yang baik dengan orang tua sangatlah penting. Hal tersebut dapat memberikan pemahaman kepada mereka tentang kebenaran dari konten yang kita bawa di dalam diskusi dengan orang tua tanpa harus memaksakan keadaan mereka untuk percaya dengan kita. Penyesalan selalu datang di akhir, jadi lakukanlah sebelum semuanya terlambat.

“How true Daddy’s/Mommy’s words were when he said: all children must look after their own upbringing. Parents can only give good advice or put them on the right paths, but the final forming of a person’s character lies in their own hands.”

– Anne Frank


moms reaction when seeing her daughter before wedding

Yang kedua adalah Memahami. Biarkan orang tua mengetahui bahwa kita mengenali kemanusiaan dari mereka. Mengambil kesempatan untuk mundur, melihat dari perspektif yang berbeda, dewasa untuk kedewasaan, hubungan antar manusia, dan berkata, “Saya mengerti”. Kita semua menjalani kehidupan sedemikian rupa pasti melalui perjuangan. Perceraian, penyalah gunaan, kegagalan, dan rasa sakit. Kita adalah refleksi dari orang tua kita masing-masing, mungkin beberapa orang tua tidak kebal terhadap hal seperti ini. Meanwhile, some of you were too had broken parents, a rough past, and likely a cause for the things they brought into your life, like me.

Biarkan mereka tahu dan berfikir bahwa kita “mendapatkannya”, dan terus berusaha untuk tidak mencontoh keburukan yang pernah di alami oleh orang tua kita. Mungkin kita tidak setuju dan tidak bisa menerima apa yang di alami oleh mereka, tetapi kita setidaknya dapat mengerti apa yang mereka hadapi sebelumnya.

“So many times, people told me I can’t do this or can’t do that. My nature is that I don’t listen very well. I’m very determined, and I believe in myself. My parents brought me up that way. Thank God for that. I don’t let anything stand in my way.”

– Chantal Sutherland

13681362

Yang ketiga adalah Menghargai. Biarkan orang tua mengetahui bahwa kita bersyukur. Minimal, kita harus mengakui bahwa tanpa mereka, kita tidak akan bisa berada di sini dan melakukan apapun yang kita ingini. Menerima mereka untuk menjaga kita tetap hidup. Ada juga di beberapa belahan negara dengan banyak juga orang tua yang tidak dapat memberikan kehidupan kepada anak-anak mereka, katakan kepada orang tua kita bahwa kita mensyukuri kenangan baik buruk dan kemampuan mereka untuk terus mencintai kita dalam keadaan apapun.

“My heroes are and were my parents. I can’t see having anyone else as my heroes.”

– Michael Jordan

emotional-wedding-moment-by-maryland-photographer1

Yang keempat adalah Pemaafan. Kita mungkin cenderung melihat ‘permintaan maaf’ sebagai pertanda karakter yang lemah. Namun pada kenyataannya, mereka juga membutuhkan kekuatan besar. Kita semua sudah cukup keras. Kita semua sudah rata. Pada akhir hayat, biarkan orang tua kita tahu bahwa kita menyesal, permintaan maaf yang tulus dan dapat diterima yang ditawarkan oleh kita adalah salah satu interaksi yang paling mendalam dari orang beradab. Ini mungkin hal yang sangat sulit dihadapi, tetapi jika kita tidak melakukan dan membiarkan ini terjadi pasti kalian akan menyesal.

“I was born in very sorry circumstances. Both of my parents were very sorry.”

– Norman Wisdom

emotional-wedding-photo-by-brent-foster-photography

Yang kelima adalah Memaafkan mereka. Salah satu kutipan favorit saya sepanjang masa adalah, “Maafkan mereka, bahkan jika mereka tidak menyesal sekalipun”. Ya, kita harus ingat kepada mereka, seperti kita melakukan yang terbaik dan yang mereka mampu membantu pada saat itu. Berpegang pada rasa sakit yang serasa semua terjadi baik-baik saja dan tidak apa-apa dalam perjalanan kita hanya untuk menciptakan kehidupan yang terarah dan menjadi kebahagiaan tersendiri. Untuk memperjelas, tindakan pengampunan adalah tidak berarti memberi mereka izin untuk menyakiti kita lagi. Ini justru sebaliknya, ini mempersilahkan untuk melepaskan kedua rasa sakit dan kemarahan kedua belah pihak. Mudah-mudahan, sikap seperti ini memulihkan hubungan dalam proses kehidupan selanjutnya.

“Occasionally I’ve seen children become heavy-handed and insensitive when dealing with their aging parents, and it only caused resentment and hard feelings.”
– Billy Graham

***

Kalian ingin menambahkan sesuatu ke dalam tulisan saya? Mungkin ada sesuatu ataupun sepatah kata yang ingin kalian bagi dengan orang tua sebelum mereka tiada? Silahkan tuliskan komentar kalian dibawah ini, dengan senang hati akan saya respon di kemudian hari. Di blog ini, semua bebas mengekspresikan apa saja. 🙂

Salam hangat dan cinta kasih,

Pamela Ingrida 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s